Rabu, 24 Juli 2019

Faceapp

Orang-orang pada sibuk pakai faceapp hanya mau liat gimana wajahnya ketika tua. Padahal itu gak penting seberapa tuanya wajahmu ketika menua, tapi yang paling terpenting kelak kau menua dengan siapa? Melewati hari-hari tuamu dengan siapa? Masihkah kelak ada seseorang disampingmu ketika kau terbangun dipagi hari? Masihkah ada seseorang yang selalu tersenyum padamu ketika menemanimu sarapan dipagi hari? Atau menemanimu minum secangkir teh atau kopi disore hari sambil berbincang-bincang tentang nostalgia dimasa lalu, kemudian kau dan dia akan tertawa bahagia mengingat kenangan itu. Walaupun itu tentang kesalahan masa lalu yang pernah kau dan dia perbuat, tapi kau dan dia saling memaafkan dan menerima kesalahan itu, karena kau dan dia menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna.
Jadi, tak penting seberapa tuanya kau dihari tua nanti, tapi yang paling terpenting adalah...
Akankah selalu ada seseorang yang selalu setia dengan tulus mendampingimu disaat susah, sedih dan sakit-sakitan? Dan masihkah dia menganggapmu sebagai seseorang yang paling berarti dan berharga dimuka bumi ini walau wajah dan fisikmu tidak lagi semenarik dan sesempurna dulu?

Jumat, 14 Juni 2019

Perjalanan Pulang

Suatu perjalanan ketika menuju perjalanan pulang, anakku tiba-tiba berkata, "Waktu pergi rasanya lama kali nyampenya, tapi waktu pulang cepat kali sampenya". Adikku menyahut, "Seperti itulah kehidupan. Ketika kita pergi mengembara didunia ini sebagai kalifah dimuka bumi ini, rasanya semua tujuan yang ingin kita capai terasa lamban dan melelahkan, tapi ketika akan menuju pulang ( kematian ) terasa begitu singkat, cepat dan mendadak."
Aku merenungi ucapan adikku. Apa yang harus aku kejar? Mengapa aku selalu ingin terburu-buru untuk menggapai sesuatu? Sedangkan jalan untuk kembali pulang begitu singkat dan cepat. Jika sesingkat itu mestinya aku mempersiapkan segala sesuatunya untuk aku bawa kembali pulang. Ibarat kata, ketika kita banyak berjalan menyusuri perjalanan maka banyak hal-hal menarik yang kita lihat dan bahkan ingin kita bawa pulang kerumah sebagai buah tangan ( oleh-oleh ) dan orang-orang dirumah tentu sangat mengharapkan buah tangan atau oleh-oleh yang kita bawa dari perjalanan. Jika kita pulang dengan tangan kosong tentu mereka akan kecewa dan berkata, "Mana oleh-olehnya?"
Begitu juga ketika kita pulang kembali kepada Sang Pencipta, tentu Allah mengharapkan kepulangan kita dengan membawa banyak hadiah yang akan kita persembahkan kepadaNya, yaitu amal ibadah.

Minggu, 22 Mei 2016

K I S A H


K I S A H

Ku katakan padamu,
di setiap ritual tarian penaku selalu tersembunyi pesan rahasia tentang luka hati
Kini penaku menarikan sebuah kisah yang berakhir dan benar-benar berakhir
Ku rasa, 
kisah itu memang harus seperti itu
Untuk menjadikan kisah itu menjadi lebih baik
Saling melupakan
seperti saat pertama belum saling mengenal






Rabu, 17 Februari 2016

KARENA JANJI ALLAH PASTI !

Salam..
Hari ini aku ingin membagi sedikit pengalamanku yang baru kualami hari ini, mungkin bagi kalian tidak begitu menarik, tapi bagiku ini merupakan sebuah rahmat yang diberikan Allah padaku, Aku membagikan kisah ini hanya untuk sebagai ikhtibar bagi kita semua untuk bisa diambil sebagai pelajaran hidup. Tidak ada untuk bermaksud riya, tidak merasa paling berilmu atau tidak juga merasa paling beriman, hanya sekedar berbagi nasehat dari pengalaman yang ku alami.
Kemarin aku mengalami suatu kejadian. Tapi maaf, aku tidak akan menceritakan apa kejadian itu, cukuplah hanya aku dan Allah yang tahu, tapi sejujurnya kejadian yang ku alami itu membuatku berputus asa, kecewa, sedih, menangis, bahkan aku sempat menggerutu kepada Allah, marah kepada Allah. Dalam kemarahanku padaNya aku katakan,'Kenapa aku harus mengalami ujian dan cobaan hidup seberat ini ya, Allah..? Begitu banyakkah dosa-dosaku, hingga aku harus melalu fase yang menyakitkan ini? Bukankah aku selalu berusaha berjalan lurus dijalan-Mu? Bukankah aku selalu berusaha untuk selalu menjadi umat terbaik-Mu? Tapi kenapa aku malah semakin dalam keterpurukkan? Aku tahu, sebagai manusia terkadang aku masih banyak melakukan kesalahan dan kesilapan, tapi, bukankah selain aku masih banyak umat-umat-Mu yang melakukan lebih daripada yang pernah kulakukan? Bahkan yang mereka lakukan sangat fatal menurut kacamata pengamatanku, tapi mengapa mereka malah diberi kesenangan dan kemudahan?
Karena kemarahanku pada Allah, aku tidak mau melakukan sholat sunnat, tidak mau berzikir dan tidak mau membaca Al Qur'am, yang biasanya selalu ku lakukan setiap selesai sholat maghrib hingga menjelang sholat isya. Aku hanya sekedar melakukan sholat wajib saja, setelah itu aku memilih tidur dan berdiam diri didalam kamarku, merenungi nasibku, sambil menangis diam-diam.
Namun dalam tangisan diam-diamku, aku masih sempat berdoa dalam hati, "Ya Allah, beri aku sebuah petunjuk agar aku tidak lalai kepadaMu hanya karena cobaan ini dan tidak berputus asa dengan rahmatmu."
Subuh aku terbangun, seperti biasa aku masih tetap melakukan sholat subuh, ditambah dengan zikir walau hatiku tidak ikhlas melakukan zikir itu, saat itu aku mau melakukan zikir karena tiba-tiba aku terpikir, seandainya aku mati pada hari ini, aku mau zikir ini bisa menjadi penolongku, itu saja niatku. Aku tidak tau apakah niatku itu salah atau tidak.
Pagi hari aku masih tetap marah pada Allah, aku tak mau melakukan sholat dhuha, seperti biasa yang ku lakukan setiap hari, karena aku merasa doa-doaku seperti tak pernah dikabulkan-Nya. ditambah lagi karena peristiwa semalam membuatku menjadi sedikit demam, mungkin karena terlalu lelah berpikir.
Namun disore hari, sepertinya Allah sedang menjawab doaku yang meminta petunjuk agar tidak lalai dan berputus asa dengan rahmatnya. Seperti biasa setiap sore aku selalu menonton tayangan ditelevisi tentang syiar agama islam, 'Beriman' dari tv swasta TransTv, ditayangan itu ada menceritakan tentang penderitaan orang-orang muslim diAfrika, yang terzalimi dan teraniaya hingga mereka tak bisa bebas beribadah, bahkan dipaksa murtad jika tak ingin dibunuh. Dan pada tayangan itu dilampirkan sebuah ayat surat An-Nur ayat 55.
Dan Allah telah berjanji pada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang soleh, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dibumi dan sungguh Dia meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhoinya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa (yang tetap) kafir sesudah janji itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.
Saat itu juga aku menangis, menangis karena merasa bersalah pada Allah, sudah berburuksangka padaNya. Saat itu aku merasa Allah sedang berbisik padaku mengingatkanku. Walaupun tema yang dibahas saat itu tentang orang-orang muslim diAfrika, tapi aku tau ayat itu bukan hanya menelaah tentang bagaimana keteguhan hati untuk tetap mempertahankan agama, tapi juga menelaah bahwa kita harus tetap teguh pada keimanan dan selalu tetap ikhlas menyembah-Nya walau ujian dan cobaan terus mendera. Karena Allah juga berkata, 'Tidak akan beriman seeorang sebelum ku uji dengan kelaparan, kemiskinan, kehilangan, dan sedikit ketakutan'.
Aku tak begitu pandai menyampaikan pengalaman yang aku alami kedalam ilmu agama yang lebih baik lagi, aku hanya ingin menyampaikan apa yang ku alami melalui sedikit ilmu yang ku ketahui. Setidaknya dengan ceritaku ini bagi orang yang membacanya bisa bermuhasabah diri, dan bagi yang mulai berputus asa dengan segala rahmat Allah, segera menyadarinya.
Hidup ini memang tidak mudah, apalagi jika kita berusaha berjalan dijalan kebenaran, akan ada banyak duri dan jalanan terjal yang harus kita lalui. Bahkan kita harus melewati segala macam tipu daya dari setan berwujud manusia, juga harus banyak menerima fitnahan, cacian, hinaan dan makian ketika kita berusaha berjalan dijalan kebenaran. Tapi ingatlah janji Allah untuk orang-orang yang selalu berjalan dijalan kebenaran, jangan pernah ragukan janji Allah, karena janji Allah itu pasti.
Terimakasih pada TransTv yang selalu menayangkan berita-berita islami yang bermanfaat, semoga tayangan ini bisa memberi hidayah pada semua orang yang menonton tayangan ini, aamiin..
Mohon maaf jika ada kesalahan atau kesilapan dalam penyampaian dan penulisannya, karena aku hanyalah hamba Allah yang masih banyak kekurangan yang masih terus belajar dan terus bermuhasabah diri untuk memperbaiki diri. 
Wassalam..

Senin, 25 Januari 2016

HAPPY B'DAY TO OUR FRIENDSHIP !

Ku letakkan cake coklat mini diatas tangkahan, dan aku duduk bersila diatas tangkahan yang ada ditepi danau, sambil menatapi cake coklat mini yang sudah kupasangakan sebuah lilin berwarna pink, warna kesukaanku.
Perlahan aku mulai menyalakan lilin dengan korek api yang sedari tadi sudah ku kantongi didalam saku bajuku. Aku tersenyum begitu melihat lilin berwarna pink mulai bersinar, dan sinarnya seperti sinar mata coklatmu yang selalu tersenyum menatapku ketika aku selalu bertingkah konyol dan kekanak-kanakan. Aku mulai berujar,
"Happy b'day to our friendship,.."
Dan kamu yang duduk dihadapanku tersenyum menatapku, kemudian aku mulai meniup lilin berwarna pink, seketika lilin itu mati dalam sekali tiupan. Kemudian aku terdiam, tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang hampa dihatiku, dan seketika itu ku ambil cake coklat mini dan ku hempaskan kelantai tangkahan, bersama jeritan tangisanku. Piring dan cake coklat mini itu hancur berantakan, seperti hancurnya hatiku yang menyadari kalau tgl 11 Januari ini untuk yang kesekian kalinya aku merayakan tanpamu.
Aku ingin melupakanmu, tapi aku tak bisa. Aku ingin mengenyahkanmu dari hatiku, tapi aku tetap tak bisa. Aku ingin mengenyahkanmu dari kehidupanku, seperti enyahnya kamu dari pandangan mataku, tapi aku tetap tak bisa.
Kini aku mencoba menghibur diriku sendiri, mendengarkan lagu yang kini menjadi lagu kesukaanku setelah untuk pertama kalinya aku mendengarkan lagu itu. Perlahan aku mulai menari mengikuti irama lagu itu, menari tarian sunyi ditepi danau diatas tangkahan dibawah rinai hujan yang mulai turun dengan derasnya, seperti derasnya tangisanku.Dulu aku takut dengan hujan, tapi semenjak aku menyadari kalau hujan bisa menyembunyikan tangisanku, semenjak itu aku sering menangis dibawah rinai hujan.



Jumat, 22 Januari 2016

G A L A U

Ini bukan cerpen, bukan novel, bukan puisi juga bukan cerita mini atau yang biasa aku sebut cermin. Tapi ini tentang sebuah luahan, luahan hati yang mungkin sebahagian orang merasa itu mengada-ngada, tapi sebenarnya bukan mengada-ngada tapi memang ada. Mau tau apa saja itu yang disebut mengada-ngada??? Baca ya, sampai kebawah
PUSING
RUNSING
MERUNCING
D A N...
MULAI
MIRING
Apanya yang mulai miring? Tau, ah! gelap! Tebak aja sendiri...
Woi...!!! Ada yang mau nemani aku menangis??? Yok! kita nangis berjamaah, lagi sedih nih?
Ini kepala setiap hari koq sakit melulu??? 
Kadang tiba-tiba kita gak tau kenapa ingin menangis, sebentar kemudian tertawa, lalu tersenyum persis kayak orang gila kalau orang tak memahami kita. 
Makanya tadi aku bilang mulai MIRING...
Bingung ya, apa maksud tulisan ini?
Gak usah bingung, karena aku yang nulis aja juga bingung
Bingung mau kemana arah tulisan gak jelas ini. Maklum ajalah.. namanya juga lagi galau. Eh, bentar! ada cowok keren lewat   (melongo)........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................ astaga !!! gara-gara cowok itu lewat, gak sadar ketikanku titik-titik semua. Kalau sepuluh cowok keren yang was-wes, was-wes! melintas-lintas didepan mata, bisa-bisa isi ketikanku semuanya titik-titik. 
Sakit kepalaku koq makin menjadi-jadi ??? Udah dululah,.. mau minum racun dulu, eh, salah! obat maksudnya. Bye ! Eh, ikut-ikutan aku bilang 'bye' nya, kayak...??? *plak* kena tabok kepalaku, dia udah ada yang punya, punya orang...! Yeee..!! Apa salahnya, cuma bilang kayak gitu doang, bukan mau merebutnya, koq!
END THE STORY MAKIN NGAWUR STORYNYA
???????

Kamis, 26 Maret 2015

LION DOESN'T LOSE SLEEP OVER OPINION OF SHEEP

Lion Doesn't Lose Sleep Over Opinion of Sheep

Mulanya saya tak mengerti apa makna dari judul diatas, saya malah ingat cartoon ‘Shaun on the sheep’ :D. Tapi setelah bekerja sama dengan Mbah google, mencari kesana-kemari apa makna dari quote tersebut, barulah saya ‘sedikit’ mengerti. Saya sedikit mengerti karena menurut saya ini bahasa sastra inggris yang mengandung makna idiom ( I think so ) :p. Maklum, saya bukan orang inggris, tapi saya orang belanda ( eh, salah ! jadi ingat mantan :D ). Saya juga baru tau quote ini dari salah seorang yang saya follow twitternya. Gak tau sih, apa tujuan dia membuat quote itu di instagramnya. Tapi menurut ilmu pshycologi saya, mungkin orang ini sebenarnya sedang sedikit resah dengan pendapat orang-orang disekitarnya J. Hanya saja dia masih berusaha menutupinya J Bah! Mengapa saya jadi membahas dia??? Biarkanlah dia dengan masalahnya, dan saya dengan masalah saya ( eh! ).  
Kita kembali ketujuan awal membahas tentang quote diatas. Kalau menurut pendapat saya, quote diatas sebenarnya sedikit kejam dan terkesan menunjukkan rasa keegoan dan kesombongan. Karena si penerima kritik menganggap dirinya adalah ‘Singa’ yang dibalik makna itu singa adalah merupakan binatang yang ditakuti, memiliki kekuasaan. Sedangkan ‘Domba-domba’ diumpamakannya sebagai sipengkritik/pemberi opini, hanyalah santapan singa, yang dengan mudah memangsa domba-domba yang diinginkannya atau menghancurkan domba-domba dengan taring-taring dan giginya yang tajam. Menurut saya makna quote ini seperti merendahkan orang-orang yang memberi opini/kritikkan padanya.
Selama kita masih hidup, maka kita tak akan pernah lepas dari opini/kritikkan orang-orang disekitar kita. Opini/kritikkan akan muncul ketika orang-orang merasa ada yang salah pada kita menurut kacamata mereka. Tapi selagi apa yang mereka kritik itu untuk kebaikan kita, ada baiknya untuk kita renungkan. Kita boleh mempertahankan opini dan prinsip kita selagi apa yang kita pertahankan itu benar dan tidak menyalahi aturan agama atau tidak keluar dari koridor norma-norma masyarakat/agama. Intinya selagi itu masih benar dimata Allah, maka pertahankan prinsip itu ! Tapi bila itu salah dimata Allah atau tidak sesuai dengan norma-norma agama, ada baiknya kita wajib merenungkannya.
Kita hidup di dunia ini tidak sendirian, meski terkadang kita merasa ingin sendiri ( gue banget, loh?! :o ). Semua yang kita perjuangkan untuk keberhasilan di dalam hidup ini pasti akan selalu ada campur tangan orang-orang disekitar kita. Opini dan kritik hanyalah sebagai sarana untuk memperbaiki diri dan untuk membangkitkan hidup yang lebih berkualitas dan berkelas. Bukankah opini dan kritik merupakan jalan menuju kesuksesan ? Jadi tidak salah bila saya mengatakan kalau opini dan kritikkan orang-orang pada kita memiliki andil besar dalam kesuksesan kita. So, hargailah mereka sang domba-domba !
Bila engkau mengatakan quote, ‘Lion Doesn't Lose Sleep Over Opinionof Sheep’, itu semakin menunjukkan kualitas dirimu yang sebenarnya ! Yang tidak bisa menerima kritikkan dan opini orang-orang. Alangkah baiknya kamu mengatakan, ‘DIAM ADALAH EMAS’. Itu menunjukkan kerendahan hatimu.
Ingat ! suatu hari nanti domba-domba akan menyadarinya kalau mereka hanya sebagai santapan singa. Setelah domba-domba menyadarinya, maka domba-domba akan meninggalkanmu atau berusaha menyerang balik kepada singa J


~ TANYA HATI ~

TANYA HATI

Ketika Allah memberi kesenangan, kemewahan, keglamouran, ketenaran dan kesempurnaan fisik, mengapa engkau malah membalas semua yang telah diberikan Allah kepadamu dengan mendurhakainya dan berbuat maksiat ?
Apa perlu Allah menegurmu dahulu dengan menarik semua yang telah engkau miliki sekarang baru engkau bertaubat ?
Bagaimana jika malah sebaliknya Allah tidak menegurmu tapi malah mencabut nyawamu di detik berikutnya, disaat engkau sedang berbuat dosa atau maksiat, apa yang bisa engkau pertanggungjawabkan dihadapan Allah ?
Api neraka itu panas ! luarbiasa panasnya ! Siksa kubur itu menyakitkan ! Coba sekarang kamu bakar jari jempolmu dengan api lilin hanya 1 menit saja, sanggupkah engkau menahan panasnya ? Itu baru sedikit panasnya dibandingkan dengan panasnya api neraka.
Seandainya engkau tau, terkadang kemewahan, kepopuleran, keglamouran dan kesempurnaan fisik yang diberikan Allah padamu itu semua cobaan. Cobaan itu tidak hanya berupa kelaparan, kemiskinan, ketakutan, dan kehilangan saja, tapi malah sebaliknya.
Jangan engkau mengira Allah sayang padamu, ketika engkau mendurhakai Allah tapi Allah masih memberimu kesenangan duniawi, engkau salah ! Tapi Allah sengaja makin memberimu kesenangan duniawi agar engkau semakin lupa dan menjauh dari-Nya. Itu kenapa ? karena Allah sudah tidak peduli dan tidak menyayangimu lagi. Coba engkau pikir baik-baik, jika seseorang menegurmu dan mengingatkanmu ketika engkau melakukan kesalahan, itu tandanya dia sayang dan peduli padamu. Tapi ketika dia tak peduli lagi padamu, dia akan membiarkan semua kesalahan yang engkau lakukan, karena dia sudah muak dengan segala tingkahmu. Apa engkau tidak takut bila Allah muak melihatmu ?
Semestinya engkau bersyukur dengan segala keberuntungan yang engkau peroleh saat ini. Memang itu semua hasil kerja kerasmu, tapi semua hasil kerja kerasmu tidak akan berhasil dan terwujud jika Allah tidak meridhoinya. Bila Allah tidak meridhoinya, maka segala yang kamu peroleh saat ini suatu hari nanti akan hancur dengan sia-sia. Dan saat ini Allah masih menutup segala aib-aibmu, jadi jangan bangga bila engkau berbuat dosa dan maksiat, karena itu aib !
Sadarkah engkau, diluar sana ribuan orang berharap bisa menjadi seperti engkau, dan memiliki keberuntungan seperti engkau. Yang siang malam selalu memohon kepada Allah agar hidupnya lebih berarti, berguna bagi orang banyak dan tidak dipandang sebelah mata oleh orang-orang. Jadi bersyukurlah ! Bersyukur bukan hanya sekedar mengucapkan Alhamdulillah, tapi dengan tidak mendurhakai Allah, berusaha menjadi umat terbaik Allah.
Engkau tau, didalam kubur sana ada banyak mayat-mayat yang merintih ingin dibangkitkan kembali karena tak tahan perih dan pedihnya siksa kubur. Wajah dan tubuhmu yang selama ini engkau puja dan dipuja banyak orang, semuanya akan sirna ditelan bumi dan menjadi santapan cacing-cacing tanah. Wajahmu berubah menjadi menyeramkan dan menjijikkan karena membusuk yang akhirnya hanya tinggal tulang belulang, kemudian menyatu dengan tanah. Karena dari tanah akan kembali ketanah.
Harta, tahta dan wanita, semuanya itu hanyalah daki dunia. Semua itu tidak akan engkau bawa mati, yang engkau bawa hanyalah amal ibadah dan sehelai kain kafan pembungkus tubuhmu yang sempurna.
Ingat ! Jodohmu adalah cerminan dirimu. Coba kamu baca surah An-Nur ayat 23-26, dan renungkan !
Di dunia ini kita hanyalah musafir, dunia hanyalah persinggahan sementara, maka buatlah yang terbaik untuk Allah dan untuk dirimu.
NB : Tulisan ini dibuat karena rasa kepedulian dengan keadaan sekarang, saya sadar, saya bukanlah sosok yang sempurna, tapi juga insan yang tak luput dari kesalahan dan kesilapan, yang masih terus berusaha memperbaiki diri. Tulisan ini dibuat agar tidak ada insan yang menyesal, setelah Allah mengambil segalanya darinya.

Senin, 02 Maret 2015

PEREMPUAN DI PERSIMPANGAN HALIMUN

Senja mulai menepi
Dan pikiranku masih berdiri dipersimpangan halimun

Akulah sang musafir yang kelelahan
Berjuang menapaki titian kehidupan
Agar aku tak terjebak kedalam lubang yang sama

Terpuruk aku pada gelombang takdir yang menghempaskan

Aku menjerit dengan bahasa kalbu
Bahasa yang hanya dimengerti oleh orang-orang dilangit

Airmata mengkristal sudah...






Rabu, 26 November 2014

~ DUA HATI SATU CINTA ~

Ingatkan aku tentang kisah kita di danau ini jika suatu hari nanti aku terlupakan akanmu
Bagaimana mungkin engkau terlupakan akanku? Sedangkan aku selalu menjadi bayanganmu
Bukankah terkadang bayangan akan menghilang ketika aku berdiri di dalam gelap pekat malam tanpa setitik cahaya?
Aku tidak hanya menjelma menjadi bayanganmu tapi juga akan selalu menjadi cahaya untuk menerangi setiap langkah-langkahmu
Dan aku akan selalu mengikuti cahayamu, agar bayanganmu tidak pernah terlepas dari tubuh dan jiwaku
Sudah sepatutnya engkau mengikuti cahayaku, karena aku imammu dan engkau makmumku. Dan cahayaku berasal dari cahaya Ilahi



Jumat, 31 Oktober 2014

AKU, KAMU, DIA DAN HUJAN

Engkau tau,
aku takut hujan
Tapi mengapa hujan turun begitu derasnya mengiringi kepergianmu?
Apakah engkau ingin mengajarkanku agar tidak takut hujan?
Karena setelah itu akan banyak hujan menerpaku
Dan diantara rinai hujan akan kutemui seseorang reinkarnasimu
Sedang menantiku dengan payung putihnya...


Senin, 06 Oktober 2014

L U K A

Rembang malam bergelayut sepi
Semilir angin menghantarkan nyanyian sunyi di 1/3 malam
Dalam sujud panjang
Ada nafas berbisik lirih
Berdialog dalam bahasa kalbu
Diatas sajadah panjang
Airmata menjadi saksi bisu pada sebuah hati yang rapuh… 


Selasa, 09 September 2014

TULUS ITU SUDAH PINDAH, GAK TAU PINDAH KEMANA???


Ingat pada nasehat seorang teman yang berkata padaku;
Di zaman sekarang ini kita sulit menemukan orang yang benar-benar tulus untuk menolong kita dan kita juga sulit untuk membedakan mana yang benar-benar tulus dan mana yang pamrih
Aku jadi berpikir, sudah sedemikian burukkah manusia di dunia ini??? Apakah ini terjadi karena tekanan ekonomi yang membuat manusia hanya memikirkan keselamatan dirinya sendiri, atau karena hati nurani yang ada di dalam diri setiap manusia sudah hilang sama sekali???
Tapi semua pertanyaan itu berpulang kembali pada diri kita masing-masing. Ada dimanakah posisi kita sekarang? Hanya memikirkan diri kita sendiri atau memang hati nurani kita sudah tidak ada lagi???
Ketika seseorang berkata "Ngapain mikirin keadaan orang lain, keadaan aku aja belum beres". Sepintas bila kita mendengar ucapannya, mungkin sebahagian orang akan membenarkan apa yang diucapkannnya. Tapi ketika kita melihat kenyataan hidupnya yang ternyata masih dikatakan hidup lumayan berkecukupan bahkan serba berkecukupan, apakah yang diucapkannya itu merupakan suatu ucapan yang sangat tidak manusiawi???
Mungkin ketulusan di dunia ini sudah tidak ada lagi karena semua orang saling berlomba untuk menjadi yang terhebat biar dikatakan "HEBAT". HEBAT yang saya maksud disini bukan "HEBAT" karena kemampuan intelektualnya atau karya-karyanya yang membanggakan dunia. Tapi "HEBAT" yang saya maksud disini adalah HEBAT karena ingin diberi penghargaan oleh orang-orang kalau kehidupannya serba glamour dan "HEBAT" dan HEBAT karena memiliki teman-teman sepergaulan yang berasal dari kalangan sosialita tinggi. Kerena ingin jadi yang terHEBAT dalam tanda kutip, makanya hati nurani yang sebenarnya selalu jujur mengatakan tentang kebenaran menjadi sirna semuanya. 
Bila hati nurani sudah sirna, maka ketulusan itu sudah tidak akan dimiliki lagi. Karena segala sesuatu yang dilakukan hanya berdasarkan PAMRIH. PAMRIH agar yang dilakukannnya itu bisa menguntungkan buat dirinya tapi tidak untuk orang lain.
Bila semua itu terjadi maka jangan heran jikalau zaman sekarang makin bertumbuhan orang-orang yang egosentris. Egosentris muncul karena adanya sebab-akibat hubungan timbal-balik. Ketika seseorang sangat membutuhkan pertolongan yang TULUS TANPA PAMRIH dari seseorang, tapi kenyataan yang diterimanya berbeda, maka si orang yang membutuhkan pertolongan itu pun menjadi TIDAK TULUS juga ketika sipenolongnya itu meminta tolong padanya. Seperti yang dikatakan pada gambar diatas, maka itulah yang terjadi sekarang ini.
Maka ada baiknya mulai sekarang kita lebih BUKA MATA, BUKA TELINGA, BUKA HATI dan BUKA PIKIRAN kita. Bahwa masih banyak orang-orang disekitar kita yang kehidupannya tidak seberuntung kita, yang membutuhkan pertolongan kita dengan TULUS TANPA PAMRIH. Bukankah Allah berkata;
Jika engkau memberi 1 kebaikan pada orang lain, maka Aku akan menggantikannya dengan 10 kebaikan lagi buat dirimu

Selasa, 26 Agustus 2014

SENJA DI KUBURAN

SENJA DI KUBURAN
Angin bertiup lirih namun mampu meluruhkan beberapa helai daun tua terlepas dari rantingnya. Sepi, hening namun terasa damai dihati ketika perlahan-lahan kakiku melangkah memasuki tanah areal perkuburan. Hanya ada satu atau dua orang yang melintas di jalan areal perkuburan. Kalau sudah tidak lagi menjelang puasa dan lebaran, perkuburan ini menjadi benar-benar sepi. Tanah perkuburan ini kembali ramai hanya bila ada yang baru meninggal.
Sudah cukup lama aku tidak berkunjung kemari. Aku sengaja menghindari berkunjung kemari hanya karena aku ingin menjaga hatiku agar tidak terluka lagi, bila mengingat betapa sakitnya hatiku ketika kehilangannya. Ingatanku kembali melayang ke masa silam, masa saat-saat tubuh orang yang paling aku cintai diusung di dalam keranda mayat memasuki areal perkuburan. Disaat keranda mayat memasuki perkuburan dan mulai mendekati liang lahat kuburannya, hatiku semakin tak kuasa menahan sesak di dada. Rasanya aku ingin teriak sekuat-kuatnya, ingin protes pada Allah. Mengapa dia, seseorang yang terbaik di dalam hidupku telah diambil-Nya begitu saja dalam sekelip mata. Menghancurkan semua harapan dan impian-impianku hingga tak bersisa.
Semerbak aroma bunga kamboja menyapa ramah hidungku ketika kakiku semakin mendekati pusaranya. Di dekat pusaranya tumbuh bunga kamboja yang dulu sengaja ku tanam untuk melindungi pusaranya dari panas, walau aku tahu itu sebenarnya tidak bisa melindungi pusaranya seutuhnya. Saat itu aku hanya berpikir ingin membalas semua ketulusannya yang senantiasa menjaga dan melindungiku dengan tulus tanpa pamrih, karena cintanya yang luar biasa.
Aku duduk disisi pusaranya, kulihat di batu nisan, nama yang bertuliskan namanya mulai memudar karena tertutup debu dan kotoran-kotoran lumpur. Mungkin akibat percikan-percikan air hujan yang menerpa tanah pusaranya. Ku usap dan kubersihkan nisannya dengan saputangan. Saat itu aku membayangkan seolah-olah aku sedang mengusap keringat di wajahnya yang dulu biasa ku lakukan ketika tiba-tiba sifat kekanakannya muncul ingin bermanja-manja padaku, dengan memintaku untuk mengusap keringat diwajahnya. Dengan senang hati ku lakukan semua itu atas dasar rasa cinta, rasanya aku rela melakukannya berulang kali walau 1000 tahun lamanya. Senyum manis di wajah tampannya semakin menambah pesonanya dimataku, ketika dia tersenyum menatapku yang sedang mengusap keringat diwajahnya.
“Hai sayang.., apa kabar kamu hari ini?” sapaku, seolah-olah dirinya masih hidup. “Maafkan aku sudah lama sekali tidak mengunjungimu. Tapi meskipun aku tidak pernah mengunjungi rumahmu, doa-doaku selalu sampai kepadamu, kan? Meskipun aku tidak lagi serajin dulu mengunjungimu, tapi namamu selalu ada di dalam setiap doa-doaku. Aku sengaja menghindari mengunjungimu kemari hanya ingin untuk mencoba belajar melupakanmu. Karena bagiku kamu adalah sesuatu yang tidak mungkin untuk kumiliki meski hatiku selalu memilihmu. Terkadang aku masih merindukanmu ketika kesepian datang menderaku, seperti saat ini. Ketika hidup begitu terasa sangat pahit dan menyakitkan dan aku merasa sendirian karena aku harus menyimpan rapat-rapat semua masalahku, dan tidak ada seorang yang boleh tau, terkecuali Allah dan kamu..” aku mengusap airmataku menahan pedihnya sakit di dada.
Sambil membersihkan rumput-rumput liar yang tumbuh diatas pusaranya, aku terus bercerita.
“Sayang…, kamu benar. Hidup ini memang banyak intrik-intrik kotor. Kita berbuat baik pada seseorang belum tentu dibalas dengan kebaikan. Kita bersikap jujur pada seseorang, belum tentu dibalas dengan kejujuran. Kita berbuat baik dengan niat yang baik, belum tentu dianggap baik, bahkan mereka cenderung menghakimi. Sayang…, dulu aku benci dengan semua kehidupan ini! Terlalu banyak orang-orang yang ku sayangi menjadi pengkhianat di dalam hidupku. Ketika aku dengan tulus tanpa pamrih menyayangi mereka, tapi yang kuterima hanyalah sebuah pengkhianatan dan penghinaan. Kenapa mereka tidak seperti kamu??? Tapi, ternyata dari semua kepahitan hidup yang aku terima, aku mendapat pelajaran berharga dari Allah, guru terbaikku. Ternyata Allah hanya menginginkanku untuk memperbaiki akhlakku karena Allah mencintaiku. Seperti yang dulu kamu inginkan, agar aku mau merubah sifat-sifat dan watak burukku. Sayang… aku merindukanmu…”
Aku terisak sambil memeluk pusaranya.
“Sayang… lihat penampilanku sekarang. Aku sudah mengenakan jilbab, aku sudah menutup semua auratku, seperti yang kamu inginkan dahulu. Tapi kamu jangan marah, ya… kalau aku masih tetap suka difoto, itu karena gara-gara kamu dulu suka memotretku. Kan, kamu yang mengajariku bagaimana bergaya di depan kamera ala model papan atas, hehehe..” aku tertawa kecil kalau ingat dahulu aku dan dia suka bertingkah gila-gilaan. Memotretku dan memintaku berpose dan bergaya seperti model papan atas, dan dia dengan kameranya terus membidik wajahku. “Sayang…sekarang kalau mau narsis gak perlu pakai kamera lagi, cukup pakai hp. Hp zaman kita dulu belum ada kamera, kalau sekarang udah canggih. Bahkan hp sekarang udah bisa dibuat untuk memotret segala macam momen yang kamu inginkan dan hasilnya sama persis dengan kamera yang kamu miliki dahulu, bahkan jauh lebih bagus dari kamera canon dan nikonmu. Tapi kalau mau kamera yang hasilnya sebagus seperti kameramu, hpnya harus mahal… Seperti merk Samsung dan Apple. Terkadang aku berkhayal, seandainya kamu masih hidup, aku yakin, kamu pasti sudah akan mengkoleksi semua barang-barang mahal itu. Karena kamu dan aku sama… sama-sama menyukai barang-barang gadget. Dan sudah pasti aku akan meminjam semua barang-barang gadgetmu itu, karena aku tidak mampu untuk membelinya, hanya kamu yang mampu membelinya, hehehe… Mungkin kamu tidak akan meminjamkannya padaku, tapi akan membelikannya untukku sebagai hadiah ulang tahunku, seperti yang dahulu biasa kamu lakukakan ketika aku berulang tahun. Kamukan selalu memberi kejutan-kejutan yang indah buatku, membelikan sesuatu yang aku idamkan tanpa sepengetahuanku. Dan aku selalu menyukai semua kejutan-kejutan itu. Hanya satu kejutan darimu yang tidak aku sukai dan paling aku benci, yaitu kejutan ketika kamu pergi meninggalkanku untuk selamanya…”
Aku mengusap airmataku yang menetes dengan punggung tanganku ketika mengingat peristiwa di Minggu pagi yang kelabu.
“Sayang… jika suatu hari nanti aku bertemu seseorang yang dipilihkan Allah untukku yang selalu aku minta di dalam doa-doaku, aku harap kamu jangan marah, ya… Karena aku akan merahasiakan semua tentangmu darinya, dan mungkin aku tidak akan lagi mengunjungi rumahmu. Tapi percayalah… aku akan terus mendoakanmu karena kamu satu-satunya sahabat terbaik di dalam hidupku dan sangat berarti di dalam hidupku. Karena kamu banyak mengajariku bagaimana cara mencintai dan menyayangi dengan tulus tanpa pamrih, dan mengajariku bagaimana membedakan cinta yang benar-benar tulus dan mana cinta yang berlandaskan nafsu semata. Aku akan menutup rapat-rapat semua kisah tentang kita darinya. Aku menutupinya agar dia tak merasa kalau aku tak sungguh-sungguh mencintainya. Dan aku tak ingin dia merasa kamu adalah bayang-bayang yang selalu menghantui cinta kami. Aku hanya ingin menghargai dan menghormatinya kalau hanya dia seorang satu-satunya yang terbaik di dalam hidupku setelah kamu.”
Aku terdiam sejenak.
“Sayang… kamu tau, ada lagu bagus. Lagu itu lagu kesukaanku, karena kata-kata dari lagu itu seperti kisah kita. Seandainya kamu masih hidup, pasti kamu menyukainya juga. Dan aku yakin itu akan menjadi lagu kebangsaan kita dan menjadi lagu wajib kita setiap kita merayakan hari pertemuan kita, dimana pertama kali aku dan kamu bertemu, 11 Januari. Ya, judul lagu itu 11 Januari. Sebentar ya! aku akan memutarnya, aku ada menyimpan Mp3 lagu itu di BBku. Kamu tau BB? Hahaha…Pasti kamu gak tau… BB itu singkatan dari BlackBerry, ini hp smartphone, aku bisa buka internet dari sini. dan aku juga bisa berfoto narsis dari sini juga, hehehe..” kataku sambil berbisik. Dan BB ini juga berfungsi bisa sebagai notes buatku jika tiba-tiba aku menemukan ide dari novel-novel yang aku tulis. Oh, ya! aku lupa bilang sama kamu kalau sekarang aku sudah mulai merintis sebagai penulis novel meskipun belum ada novelku yang di terima sama penerbit. Tapi aku akan terus berjuang dan berusaha agar semua novel-novelku diterbitkan. Seperti katamu, aku tidak boleh mudah berputus asa. Aku juga ada menuliskan kisah kita di novelku, dan itu salah satu cerita novel favouriteku. Karena ketika aku menuliskan kisah kita, aku seolah-olah seperti masuk kedalam mesin waktu dengan mundur kembali kebelakang, kemasa-masa bahagia dahulu, masa-masa saat masih bersamamu. Ok, sekarang kamu dengarkan lagunya ya…, kamu pasti suka. Karena aku tau, selera kamu dan aku selalu sama dalam soal musik. Mulai dari Savage Garden, Boyzone, Anton Juwono, Kenny G, Julio Iglesias.”
Kemudian aku meletakkan BBku di samping batu nisannya dan lagu 11 Januari dari group musik GIGI mengalun lembut dengan nada pelan. Aku sengaja mengecilkan volumenya, karena aku pikir tidak etis memutar lagu kencang-kencang di kuburan ini. Aku duduk di sisi kuburannya sambil menatap batu nisannya, seolah-olah aku sedang menatap wajahnya yang sedang tersenyum bahagia mendengar lagu itu. Aku membayangkan ekspresi wajahnya ketika mendengarkan lagu itu, bibirnya akan tersenyum dan mata coklat teduhnya akan menatapku dengan tatapan binar-binar kasih sayang yang tulus.
“Sayang… sepertinya aku harus pulang sekarang. Karena hari sudah mulai maghrib, aku takut kemalaman di jalan,” kataku ketika lagu di BBku sudah berhenti berputar. “Dulu kamu selalu marah jika aku pulang malam, makanya sekarang aku harus pulang. Katamu, diluar sana banyak pria srigala berbulu domba.”
Aku mengusap-usap batu nisannya, seolah-olah aku sedang membelai-belai rambut coklatnya.
“I love you… you’re just the best friend in my life..”
Kemudian aku bangkit dari dudukku dan perlahan-lahan mulai berjalan menunju keluar areal pemakaman. Aku berjalan dengan langkah gemulai dan perasaan sepi mulai kembali menjalari hatiku, airmataku menetes kembali. Tiba-tiba aku merasa seolah-olah dia seperti sedang menatapku dari kejauhan di atas kuburannya. Aku menoleh ke belakang, dan hatiku merasa dia sedang tersenyum menatapku dengan tatapan sendu, sambil berkata kepadaku,
”Sabarlah sayang… semuanya akan indah pada waktunya. Kebahagiaan itu akan kamu jelang. Aku bahagia bila melihatmu bahagia, dan aku bersedih bila melihat hatimu terluka.”

Kamis, 24 Juli 2014

ELEGI KERINDUAN

Pekat malam bergelayut diringi semilir angin yang berhembus lirih
Sayup2 terdengar sebuah sajak kerinduan dari bilik hati
Rindu yang bergelayut pada sang pangeran berkharisma
Cinderella meratap sedih, bilik hatinya selalu bertanya
Mengapa pesona sang pangeran tak jua sirna dari hatinya?
Sedangkan Cinderella sekarang sudah berubah menjadi upik abu
Ketika sang pangeran pergi
Malam semakin kelam
Langit semakin gelap
Bintang-bintang memudar
Rembulan bersembunyi dibalik awan
Upik abu menangis lirih di sudut ruangan kumuh


Senin, 23 Juni 2014

BERJIWA BESAR

Dizaman sekarang ini tidak banyak bisa kita temui orang2 yang berjiwa besar, tapi yang banyak kita temui hanyalah orang2 yang merasa dirinya "PAHLAWAN".
Orang yang berjiwa besar sesungguhnya orang yang berhati tulus. Kenapa saya katakan tulus? Ya tulus! Karena dia mengakui kebenaran dan keunggulan lawannya, jika itu sesuai dengan kata hatinya. Ada berapa orangkah dizaman sekarang ini yang bisa kita temui yang mau berjiwa besar dengan mengakui kebenaran dan keunggulan lawannya? Sulitkan? Malah mereka yang benar2 kalah dan benar2 melakukan kesalahan cenderung tidak mengakui dan cenderung menyalahkan orang lain. Makanya dsini saya katakan kalau orang yang berjiwa besar itu adalah ciri2 orang yang berhati tulus dan ikhlas.
Apa yang saya bahas disini bukan ingin membela dari salah satu capres manapun, saya hanya ingin mengatakan tentang kebenaran yang saya lihat. Tapi kebenaran menurut pandangan mata saya sebagai manusia yang lemah. Kebenaran yang sejati hanyalah milik Allah karena Allah yang Maha Mengetahui isi hati manusia.
Ketika salah seorang capres mengatakan ,"Saya sejutu dengan yang bapak katakan", ini seperti membuka mata hati saya, apakah saya juga bisa berani berkata seperti itu di depan rival saya??? Mengakui keunggulan dan kebenaran yang dikatakannya? Sementara rivalnya sendiri tidak pernah sekalipun mengakui keunggulan2nya dan bahkan cenderung menjatuhkannya dengan membuka segala aib dan fitnah dimasa lalunya yang kebenaran dari aib dan fitnah itu belum tentu benar. 
Setiap manusia pasti mempunyai sisi2 kelemahan dan kekurangan tapi  dibalik itu semua hal yang paling terpenting hanyalah KEJUJURAN DAN KETULUSAN hati seseorang. Karena kejujuran dan ketulusan itu akan membuatnya selalu berjiwa besar dan merupakan kunci dari keikhlasannya dalam berbuat suatu kebaikan untuk orang banyak.
Orang yang tidak pernah membalas meskipun dihujat dan difitnah adalah ciri orang yang berjiwa besar, karena dia yakin selalu ada Allah yang menjadi pelindungnya, "God never sleeps". 
Sementara orang2 yang selalu merasa dirinya "PAHLAWAN" mesti kita pertanyakan lagi. Kalau dia memang merasa dirinya seorang pahlawan dan orang yang tulus serta ikhlas, dia tidak akan pernah berkata apa yang sudah diperbuatnya, karena dia tidak ingin penilaian manusia tapi dia hanya ingin penilaian Allah.
Berpikirlah kita secara bijak dan cerdas, siapakah yang sebenarnya yang terbaik utnuk menjadi pemimpin di negara kita ini???


Senin, 09 Juni 2014

DEBAT CAPRES DAN CAWAPRES

Bagi saya malam ini merupakan malam yang sangat ‘hot’, dan memang kebetulan udara lagi panas ditambah lagi dengan penuh sesaknya TL dan status tentang debat capres/cawapres. Suasana malam ini saya katakan ‘hot’ karena penuhnya TL dan komen2 status di media social yang saling hujat, saling maki, saling menjatuhkan dan hingga saling hina antar Ras, bahkan saling gontok2an.
Mendadak malam ini semua rakyat Indonesia menjadi genius karena ahli dalam bidang politik. Itu terlihat dengan komentar2 dan status2 mereka di media social ketika menonton tayangan debat capres/cawapres tadi.
Saya jadi berpikir, kalau anda memang benar2 genius dan ahli dalam bidang politik, ketika posisi anda diletakkan pada posisi capres/cawapres yang sedang berada dipodium malam ini, apakah mulut anda masih bisa bijak dan lancar untuk berbicara??? Kalau ditanya saya, terus terang saya tidak akan sanggup karena saya sadari kwalitas otak saya yang pas2an. Bayangkan! Anda harus bisa menjawab setiap pertanyaan yang diajukan dalam waktu 3 menit (eh, betul gak 3 menit?? ), dan dalam waktu yang sesingkat itu anda harus bisa tetap tenang dan bisa menguasai emosi, karena terkadang lawan poltik anda menyulut/memancing emosi anda. Dan orang yang genius bukan berarti orang yang bisa memanage emosinya. Terkadang orang yang memiliki otak pas2an, tapi karena bisa memanage emosinya malah terlihat menjadi lebih genius, karena ketenangannya hingga bisa menjawab semua pertanyaan dengan gampang dan tertata hingga mengena pada sasarannya. Bisa anda bayangkan???
Masing2 malam ini hampir semua rakyat Indonesia saling menjagokan capres/cawapresnya hingga ujung2nya kembali saling hujat, saling maki, saling hina ras di media social. Semua menjadi ajang saling menjatuhkan dengan ditambahkan bumbu2 berita yang dikutip dari ‘kampanye hitam’.
Seandainya semua rakyat Indonesia menyadarinya, bahwa apa yang telah mereka lakukan malam ini sudah menunjukkan kemata dunia kwalitas orang2 Indonesia yang sebenarnya. Kwalitas yang sangat mudah di adu domba. Lupakah kalian dengan politik pemerintah Belanda zaman dahulu? ‘Devide Et Impera’àPecah belah dan kuasai. Sadarkah kalian apa yang sedang terjadi di Indonesia sekarang ini tidak lain karena adanya politik Devide Et Impera? Coba kalian lihat, di bagian mana di Indonesia ini yang tidak saling ribut, salin hujat dan saling pecah belah? Dan lupakah kalian dengan ucapan yang pernah diucapkan pada film G30S/PKI “Kita bergerak tanpa bentuk macam hantu”. Disini saya katakan bukan tentang PKInya tapi tentang politik untuk menghancurkan! Dimana sekarang ini politik untuk menghancurkan stabilitasi keamanan di Indonesia hanya dengan 2 cara yang sangat mudah yaitu ‘Bergerak tanpa bentuk dan Devide Et Impera’.
Coba buka mata dan hati pikiran kita masing2, apa keuntungan yang kita dapat dari saling ribut, saling hujat? -à KEHANCURAN UNTUK BANGSA INI.
Come on…! Seluruh rakyat Indonesia, berpikirlah lebih bijak dan cerdas dalam mengungkapkan/mengeluarkan pendapatnya, sebelum pada akhirnya bangsa lain akan menghancurkan dan menguasai bangsa Indonesia. Jangan sampai sejarah lama terulang kembali…



Kamis, 15 Mei 2014

DI ATAS LANGIT ADA LANGIT

Terkadang manusia ini baru berilmu sedikit sudah merasa dirinya paling pintar, padahal dia belum ada apa2nya. Tetapi orang yang mempunyai banyak ilmu malah cenderung lebih berpura-pura tidak tau atau berpura-pura bodoh, namun orang yang seperti ini sebenarnya wajib diwaspadai. 
Ilmu itu bukan hanya didapat dari sekedar belajar disekolah/perguruan tinggi, bukan juga dari buku-buka yang habis kita baca dalam semalam atau dalam setiap semester. Tetapi ilmu yang paling tinggi adalah ilmu yang didapat dari pengalaman hidup yang kita alami sendiri.  
Lihat saja mereka2 yang sukses yang berhasil menggebrak dunia kebanyakan dari mereka2 yang nota benenya bukan orang2 yang paling unggul di sekolah/di universitasnya, atau malah dikatakan "kurang pintar" Contoh: Thomas Alva Edison, Albert Einstein, Bill Gates, Mark Zunkerberg dan masih banyak lagi yang lainnya. Mereka hanya punya 1% inspirasi dan 99% kerja keras. Dan dari kerja keras ini mereka menemukan banyak pengalaman, dan dari pengalaman2 ini mereka banyak belajar dan mempelajari dari kejadian2 dan kendala2 serta rintangan dan tantangan yang mereka hadapi selama mewujudkan 1% inspirasinya.  
Orang2 yang pintar dari pengalaman membuat mereka tau bagaimana bersosialisasi, bagaimana memahami orang2 disekitarnya, membaca dan memperlajari pikiran orang2 disekitar dan membaca kejadian2 alam dan lingkungannya. Serta mahir dalam memanipulasi orang2 disekitarnya. Orang2 seperti ini tidak mudah terperangkap kedalam jebakan orang2 yang mencoba memerangkap atau mempengaruhi pikirannya. Mereka lebih unggul dari orang2 yang belajar di unversitas karena mereka mempunyai sensitivitas dan aktualitas yang lebih tinggi, baik dari hatinya dan pikirannya. Dan kesemuanya itu hanya bisa diperoleh dari pengalaman hidup yang mereka pelajari bertahun-tahun lamanya.
Dan seseorang yang banyak mengalami pengalaman hidup yang pahit, penuh luka, airmata, dan selalu direndahkan atau dijatuhkan, biasanya mereka lebih peka dan memiliki sensibilitas yang sangat tinggi ketika ada orang yang berusaha mencoba ingin menjebak, memerangkapnya atau mencoba mencuci otaknya. Dan orang2 seperti ini biasanya akan bisa bersikap lebih tenang dan santai dalam menghadapi "musuh2 dalam selimut", bahkan cenderung mereka berpura-pura tidak tau dan bersikap berpura-pura bodoh----> orang2 yang seperti ini jago dalam bidang politik dan ahli dalam menjatuhkan lawan2 politiknya tanpa disadari oleh lawan2 politiknya.
Tapi mengapa mereka yang merasa sudah bersekolah tinggi dan merasa sudah ahli dalam bidang tertentu begitu mudahnya merendahkan dan memandang ringan orang2 yang seperti saya katakan diatas tadi??? Ini merupakan salah satu sikap yang paling bodoh !!!
Orang2 yang bersekolah tinggi dan merasa sudah memahami ilmu yang paling tinggi, cenderung merasa paling hebat dan merasa bisa mengalahkan siapa saja yang ingin dijatuhkan dan dikalahkannya --> ini yang membuat saya selalu tersenyum sinis memandang mereka.
Mengapa mereka tidak berusaha mengambil sifat seperti ilmu padi?? "Semakin berisi semakin menunduk". Dan mengapa orang2 yang merasa sudah mahir dan merasa hebat karena sudah bersekolah tinggi, hingga merasa paling mahir dengan ilmu yang dimilikinya cenderung begitu mudahnya memandang ringan atau memandang rendah ilmu orang2 yang pintar dari pengalaman??? Dan disini saya hanya bisa mengatakan, "karena kesombongan sudah merasuk ke dalam hati mereka".
"Ingatlah, diatas langit ada langit"

Rabu, 14 Mei 2014

*KISAH SEPASANG MERPATI*

Memandang langit diatas rerumputan hijau
terhampar bagaikan permadani dari persia
ingatkah kau kisah tentang sepasang merpati yang melintas diatas wajah kita?
Mengapa kisah kita tidak seperti sepasang merpati?



Minggu, 04 Mei 2014

BENARKAH REINKARNASI ITU ADA???

Maka saya yang penasaran mencoba mencari taunya melalui mbah google, yang katanya mbah google ini tau segala sesuatunya terkecuali jodoh (nah, loh?! :o ). Mengapa saya begitu penasaran dengan yang namanya reinkarnasi? Saya begitu penasaran dengan kata yng satu ini karena di dalam Islam tidak pernah diajarkan tentang kepercayaan akan reinkarnasi. Meskipun sudah banyak orang2 yang membuktikan kebenaran tentang reinkarnsi. Namun apa yang saya ceritakan disini tidak bermaksud untuk menghina dari kepercayaan agama lain yang memercayakan hal ini. Saya hanya memandang melalui dari segi pemahaman agama saya yaitu Islam.
Disini saya menyisipkan sebuah blog http://uuzi21.blogspot.com/2013/11/7-kisah-reinkarnasi-yang-pernah-dialami.html, yang mencoba membuktikan tentang 7 reinkarnasi yang pernah terjadi di dunia ini. Tapi dari sekian banyak kejadian terjadinya reinkarnasi, saya merasa yakin kalau itu semua hanyalah tipu daya jin dan setan yang ingin memerangkapa manusia agar masuk ke dalam kesesatannya. Sebab itulah kita sebagai umat Islam dilarang untuk memercayai semua tentang reinkarnasi, termasuk juga di dalam agama kristen melarang meyakini hal ini.
Di dalam ajaran Islam setiap roh atau jiwa orang yang sudah mati akan dibawa kealami barzah, disitulah para jiwa/roh menunggu hingga kiamat tiba. Jadi jika ada orang yang menanyakan, kenapa orang yang mengalami reinkarnasi bisa mengetahui semua hal2 yang terjadi dimasa lalu padahal dia belum lagi terlahir ke dunia? Disini saya akan menjawab dengan pengetahuan saya yang sedikit. 
Katanya di dalam diri kita selalu ada qorin yang mendampingi kita. Nah, qorin ini selalu meniru segala tingkah laku kita, bisa dikatakan dia adalah kembaran kita tapi tak kasat mata. Jika selama kita hidup di dunia selalu berbuat yang tidak baik, maka qorin kita juga bersifat seperti itu. Tapi jika selama hidup kita selalu berbuat kebaikan, maka qorin kita akan bersifat seperti itu.Mungkin sebab itu ada yang dinamakan jin baik dan jin jahat, karena katanya qorin itu sebenarnya jin. Tapi kalau menurut cerita yang pernah saya dengan dari nenek dan kakek saya, jin itu tidak ada yang baik. Sebaik-baiknya jin tetap saja akan berusaha menyesatkan manusia. Makanya gak usah heran jika kita sering melihat orang yang katanya kerasukan dari Wali Allah atau Syeh, ataupun yang katanya kerasukan orang2 alim zaman dahulu, sebenarnya itu hanyalah tipu daya jin dan setan. Mereka mencoba menyesatkan kita dengan berpura-pura perwujudan dari Wali Allah atau Syeh (hati2 dengan tipu daya setan yang seperti ini).
Saya jadi teringat kejadian yang baru saya alami beberapa hari yang lalu. Dan saya mengalaminya selama 2 atau 3 hari saya tidak begitu ingat karena kejadiannya tidak begitu saya cermati ( tapi baru sekarang saya sadari ).
Kira2 seminggu yang lalu, saya selalu terkenang dengan seseorang dimasa lalu yang sudah lama tiada. Begitu teingatnya sampai saya susah untuk mengontrol perasaan saya. Tanpa sebab-musabab saya bisa menangis sendirian, seolah-olah saya bisa melihat kejadian2 yang terjadi pada dirinya dimasa lampau. Sulit saya mengatakan dan menerangkan perasaan saya waktu itu, intinya termenung selalu. Dan anehnya setiap menjelang maghrib, tiba2 tengkuk saya bisa terasa berat dan pegal sekali (bukan karena gejala penyakit darah tinggi atau darah rendah, ya... Kalau yang ini bisa dibedakan) Dan itu timbul disaat ingatan tentangnya begitu kuat, meskipun saya berusaha mencari kesibukan dengan membuka-buka internet. Saya jadi teringat kata papa saya, jika tengkuk tiba2 terasa sakit dan berat, walau kita tak merasa sedang terkena gejala suatu penyakit, bisa jadi itu tanda2 ada perbuatan jin dan setan yang berusaha mau merasuk ke tubuh. Dan saya juga sering melihat tayangan ditelevisi acara "dunia lain", jika pesertanya mulai kerasukan, tanda2nya seperti itu. Segera saya memperbanyak membaca istghfar, dan Alhamdulillah hilang dengan sendirinya tanpa harus minum obat atau tanpa harus dipijat. Saya mulai berpikir, apakah ini pekerjaan dari qorinnya dia? Yang berusaha untuk masuk ke tubuh saya dan ingin "reinkarnasi" kedalam tubuh saya tapi dalam wujud yang berbeda. Karena saya tau, seseorang yang dimasa lalu itu, orang yang baik dan soleh, jadi saya pikir itu tidak mungkin pekerjaannya. Mungkin si qorin merasa kehilangan sosok tuannya dan berusaha "reinkarnasi" kedalam tubuh saya. Sebab itu dia berusaha untuk masuk kedalam tubuh saya melalui dimensi lain dengan mencoba mencari kesempatan disaat tubuh, pikiran dan kejiwaan saya sedang melemah dan kosong.
Begitu juga dengan orang2 yang konon katanya mengalami reinkarnasi. Mereka dengan mahir dan tepatnya menceritakn secara detail kejadian2 dimasa lalu dari pengalaman hidup jiwa orang yang masuk ke tubuhnya. Siapa lagi kalau itu bukan pekerjaan jin dan setan yang sudah masuk kedalam tubuh orang yang bereinkarnasi itu ketika tubuh, pikiran dan jiwanya sedang kosong dan melemah (mungkin sebab itu juga kita dilarang melamun dan termenung).
Jadi kesimpulannya:"Reinkarnasi itu tidak pernah ada, tapi itu hanyalah tipu daya jin dan setan yang merasuk kedalam tubuh seseorang ketika tubuh, jiwa dan pikirannya sedang melemah, yang akhirnya jin dan setan jadi menguasai jiwa, pikiran dan tubuhnya."
Selagi lagi saya tekankan, di dalam Islam tidak ada yang namanya "REINKARNASI".