Suatu perjalanan ketika menuju perjalanan pulang, anakku tiba-tiba berkata, "Waktu pergi rasanya lama kali nyampenya, tapi waktu pulang cepat kali sampenya". Adikku menyahut, "Seperti itulah kehidupan. Ketika kita pergi mengembara didunia ini sebagai kalifah dimuka bumi ini, rasanya semua tujuan yang ingin kita capai terasa lamban dan melelahkan, tapi ketika akan menuju pulang ( kematian ) terasa begitu singkat, cepat dan mendadak."
Aku merenungi ucapan adikku. Apa yang harus aku kejar? Mengapa aku selalu ingin terburu-buru untuk menggapai sesuatu? Sedangkan jalan untuk kembali pulang begitu singkat dan cepat. Jika sesingkat itu mestinya aku mempersiapkan segala sesuatunya untuk aku bawa kembali pulang. Ibarat kata, ketika kita banyak berjalan menyusuri perjalanan maka banyak hal-hal menarik yang kita lihat dan bahkan ingin kita bawa pulang kerumah sebagai buah tangan ( oleh-oleh ) dan orang-orang dirumah tentu sangat mengharapkan buah tangan atau oleh-oleh yang kita bawa dari perjalanan. Jika kita pulang dengan tangan kosong tentu mereka akan kecewa dan berkata, "Mana oleh-olehnya?"
Begitu juga ketika kita pulang kembali kepada Sang Pencipta, tentu Allah mengharapkan kepulangan kita dengan membawa banyak hadiah yang akan kita persembahkan kepadaNya, yaitu amal ibadah.
Jumat, 14 Juni 2019
Perjalanan Pulang
Minggu, 22 Mei 2016
K I S A H
K I S A H
Ku katakan padamu,
di setiap ritual tarian penaku selalu tersembunyi pesan rahasia tentang luka hati
Kini penaku menarikan sebuah kisah yang berakhir dan benar-benar berakhir
Ku rasa,
kisah itu memang harus seperti itu
Untuk menjadikan kisah itu menjadi lebih baik
Saling melupakan
seperti saat pertama belum saling mengenal
Rabu, 17 Februari 2016
KARENA JANJI ALLAH PASTI !
Salam..
Hari ini aku ingin membagi sedikit pengalamanku yang baru kualami hari ini, mungkin bagi kalian tidak begitu menarik, tapi bagiku ini merupakan sebuah rahmat yang diberikan Allah padaku, Aku membagikan kisah ini hanya untuk sebagai ikhtibar bagi kita semua untuk bisa diambil sebagai pelajaran hidup. Tidak ada untuk bermaksud riya, tidak merasa paling berilmu atau tidak juga merasa paling beriman, hanya sekedar berbagi nasehat dari pengalaman yang ku alami.
Kemarin aku mengalami suatu kejadian. Tapi maaf, aku tidak akan menceritakan apa kejadian itu, cukuplah hanya aku dan Allah yang tahu, tapi sejujurnya kejadian yang ku alami itu membuatku berputus asa, kecewa, sedih, menangis, bahkan aku sempat menggerutu kepada Allah, marah kepada Allah. Dalam kemarahanku padaNya aku katakan,'Kenapa aku harus mengalami ujian dan cobaan hidup seberat ini ya, Allah..? Begitu banyakkah dosa-dosaku, hingga aku harus melalu fase yang menyakitkan ini? Bukankah aku selalu berusaha berjalan lurus dijalan-Mu? Bukankah aku selalu berusaha untuk selalu menjadi umat terbaik-Mu? Tapi kenapa aku malah semakin dalam keterpurukkan? Aku tahu, sebagai manusia terkadang aku masih banyak melakukan kesalahan dan kesilapan, tapi, bukankah selain aku masih banyak umat-umat-Mu yang melakukan lebih daripada yang pernah kulakukan? Bahkan yang mereka lakukan sangat fatal menurut kacamata pengamatanku, tapi mengapa mereka malah diberi kesenangan dan kemudahan?
Karena kemarahanku pada Allah, aku tidak mau melakukan sholat sunnat, tidak mau berzikir dan tidak mau membaca Al Qur'am, yang biasanya selalu ku lakukan setiap selesai sholat maghrib hingga menjelang sholat isya. Aku hanya sekedar melakukan sholat wajib saja, setelah itu aku memilih tidur dan berdiam diri didalam kamarku, merenungi nasibku, sambil menangis diam-diam.
Namun dalam tangisan diam-diamku, aku masih sempat berdoa dalam hati, "Ya Allah, beri aku sebuah petunjuk agar aku tidak lalai kepadaMu hanya karena cobaan ini dan tidak berputus asa dengan rahmatmu."
Subuh aku terbangun, seperti biasa aku masih tetap melakukan sholat subuh, ditambah dengan zikir walau hatiku tidak ikhlas melakukan zikir itu, saat itu aku mau melakukan zikir karena tiba-tiba aku terpikir, seandainya aku mati pada hari ini, aku mau zikir ini bisa menjadi penolongku, itu saja niatku. Aku tidak tau apakah niatku itu salah atau tidak.
Pagi hari aku masih tetap marah pada Allah, aku tak mau melakukan sholat dhuha, seperti biasa yang ku lakukan setiap hari, karena aku merasa doa-doaku seperti tak pernah dikabulkan-Nya. ditambah lagi karena peristiwa semalam membuatku menjadi sedikit demam, mungkin karena terlalu lelah berpikir.
Namun disore hari, sepertinya Allah sedang menjawab doaku yang meminta petunjuk agar tidak lalai dan berputus asa dengan rahmatnya. Seperti biasa setiap sore aku selalu menonton tayangan ditelevisi tentang syiar agama islam, 'Beriman' dari tv swasta TransTv, ditayangan itu ada menceritakan tentang penderitaan orang-orang muslim diAfrika, yang terzalimi dan teraniaya hingga mereka tak bisa bebas beribadah, bahkan dipaksa murtad jika tak ingin dibunuh. Dan pada tayangan itu dilampirkan sebuah ayat surat An-Nur ayat 55.
Dan Allah telah berjanji pada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang soleh, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dibumi dan sungguh Dia meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhoinya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa (yang tetap) kafir sesudah janji itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.
Saat itu juga aku menangis, menangis karena merasa bersalah pada Allah, sudah berburuksangka padaNya. Saat itu aku merasa Allah sedang berbisik padaku mengingatkanku. Walaupun tema yang dibahas saat itu tentang orang-orang muslim diAfrika, tapi aku tau ayat itu bukan hanya menelaah tentang bagaimana keteguhan hati untuk tetap mempertahankan agama, tapi juga menelaah bahwa kita harus tetap teguh pada keimanan dan selalu tetap ikhlas menyembah-Nya walau ujian dan cobaan terus mendera. Karena Allah juga berkata, 'Tidak akan beriman seeorang sebelum ku uji dengan kelaparan, kemiskinan, kehilangan, dan sedikit ketakutan'.
Aku tak begitu pandai menyampaikan pengalaman yang aku alami kedalam ilmu agama yang lebih baik lagi, aku hanya ingin menyampaikan apa yang ku alami melalui sedikit ilmu yang ku ketahui. Setidaknya dengan ceritaku ini bagi orang yang membacanya bisa bermuhasabah diri, dan bagi yang mulai berputus asa dengan segala rahmat Allah, segera menyadarinya.
Hidup ini memang tidak mudah, apalagi jika kita berusaha berjalan dijalan kebenaran, akan ada banyak duri dan jalanan terjal yang harus kita lalui. Bahkan kita harus melewati segala macam tipu daya dari setan berwujud manusia, juga harus banyak menerima fitnahan, cacian, hinaan dan makian ketika kita berusaha berjalan dijalan kebenaran. Tapi ingatlah janji Allah untuk orang-orang yang selalu berjalan dijalan kebenaran, jangan pernah ragukan janji Allah, karena janji Allah itu pasti.
Terimakasih pada TransTv yang selalu menayangkan berita-berita islami yang bermanfaat, semoga tayangan ini bisa memberi hidayah pada semua orang yang menonton tayangan ini, aamiin..
Mohon maaf jika ada kesalahan atau kesilapan dalam penyampaian dan penulisannya, karena aku hanyalah hamba Allah yang masih banyak kekurangan yang masih terus belajar dan terus bermuhasabah diri untuk memperbaiki diri.
Wassalam..
Senin, 25 Januari 2016
HAPPY B'DAY TO OUR FRIENDSHIP !
Ku letakkan cake coklat mini diatas tangkahan, dan aku duduk bersila diatas tangkahan yang ada ditepi danau, sambil menatapi cake coklat mini yang sudah kupasangakan sebuah lilin berwarna pink, warna kesukaanku.
Perlahan aku mulai menyalakan lilin dengan korek api yang sedari tadi sudah ku kantongi didalam saku bajuku. Aku tersenyum begitu melihat lilin berwarna pink mulai bersinar, dan sinarnya seperti sinar mata coklatmu yang selalu tersenyum menatapku ketika aku selalu bertingkah konyol dan kekanak-kanakan. Aku mulai berujar,
"Happy b'day to our friendship,.."
Dan kamu yang duduk dihadapanku tersenyum menatapku, kemudian aku mulai meniup lilin berwarna pink, seketika lilin itu mati dalam sekali tiupan. Kemudian aku terdiam, tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang hampa dihatiku, dan seketika itu ku ambil cake coklat mini dan ku hempaskan kelantai tangkahan, bersama jeritan tangisanku. Piring dan cake coklat mini itu hancur berantakan, seperti hancurnya hatiku yang menyadari kalau tgl 11 Januari ini untuk yang kesekian kalinya aku merayakan tanpamu.
Aku ingin melupakanmu, tapi aku tak bisa. Aku ingin mengenyahkanmu dari hatiku, tapi aku tetap tak bisa. Aku ingin mengenyahkanmu dari kehidupanku, seperti enyahnya kamu dari pandangan mataku, tapi aku tetap tak bisa.
Kini aku mencoba menghibur diriku sendiri, mendengarkan lagu yang kini menjadi lagu kesukaanku setelah untuk pertama kalinya aku mendengarkan lagu itu. Perlahan aku mulai menari mengikuti irama lagu itu, menari tarian sunyi ditepi danau diatas tangkahan dibawah rinai hujan yang mulai turun dengan derasnya, seperti derasnya tangisanku.Dulu aku takut dengan hujan, tapi semenjak aku menyadari kalau hujan bisa menyembunyikan tangisanku, semenjak itu aku sering menangis dibawah rinai hujan.
Jumat, 22 Januari 2016
G A L A U
Ini bukan cerpen, bukan novel, bukan puisi juga bukan cerita mini atau yang biasa aku sebut cermin. Tapi ini tentang sebuah luahan, luahan hati yang mungkin sebahagian orang merasa itu mengada-ngada, tapi sebenarnya bukan mengada-ngada tapi memang ada. Mau tau apa saja itu yang disebut mengada-ngada??? Baca ya, sampai kebawah
PUSING
RUNSING
MERUNCING
D A N...
MULAI
MIRING
Apanya yang mulai miring? Tau, ah! gelap! Tebak aja sendiri...
Woi...!!! Ada yang mau nemani aku menangis??? Yok! kita nangis berjamaah, lagi sedih nih?
Ini kepala setiap hari koq sakit melulu???
Kadang tiba-tiba kita gak tau kenapa ingin menangis, sebentar kemudian tertawa, lalu tersenyum persis kayak orang gila kalau orang tak memahami kita.
Makanya tadi aku bilang mulai MIRING...
Bingung ya, apa maksud tulisan ini?
Gak usah bingung, karena aku yang nulis aja juga bingung
Bingung mau kemana arah tulisan gak jelas ini. Maklum ajalah.. namanya juga lagi galau. Eh, bentar! ada cowok keren lewat (melongo)........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................ astaga !!! gara-gara cowok itu lewat, gak sadar ketikanku titik-titik semua. Kalau sepuluh cowok keren yang was-wes, was-wes! melintas-lintas didepan mata, bisa-bisa isi ketikanku semuanya titik-titik.
Sakit kepalaku koq makin menjadi-jadi ??? Udah dululah,.. mau minum racun dulu, eh, salah! obat maksudnya. Bye ! Eh, ikut-ikutan aku bilang 'bye' nya, kayak...??? *plak* kena tabok kepalaku, dia udah ada yang punya, punya orang...! Yeee..!! Apa salahnya, cuma bilang kayak gitu doang, bukan mau merebutnya, koq!
END THE STORY MAKIN NGAWUR STORYNYA
???????
Kamis, 26 Maret 2015
LION DOESN'T LOSE SLEEP OVER OPINION OF SHEEP
Lion Doesn't Lose Sleep Over Opinion
of Sheep
Mulanya saya
tak mengerti apa makna dari judul diatas, saya malah ingat cartoon ‘Shaun on
the sheep’ :D. Tapi setelah bekerja sama dengan Mbah google, mencari
kesana-kemari apa makna dari quote tersebut, barulah saya ‘sedikit’ mengerti. Saya
sedikit mengerti karena menurut saya ini bahasa sastra inggris yang mengandung
makna idiom ( I think so ) :p. Maklum, saya bukan orang inggris, tapi saya
orang belanda ( eh, salah ! jadi ingat mantan :D ). Saya juga baru tau quote
ini dari salah seorang yang saya follow twitternya. Gak tau sih, apa tujuan dia
membuat quote itu di instagramnya. Tapi menurut ilmu pshycologi saya, mungkin
orang ini sebenarnya sedang sedikit resah dengan pendapat orang-orang
disekitarnya J. Hanya saja dia masih berusaha menutupinya J Bah! Mengapa
saya jadi membahas dia??? Biarkanlah dia dengan masalahnya, dan saya dengan
masalah saya ( eh! ).
Kita kembali
ketujuan awal membahas tentang quote diatas. Kalau menurut pendapat saya, quote
diatas sebenarnya sedikit kejam dan terkesan menunjukkan rasa keegoan dan
kesombongan. Karena si penerima kritik menganggap dirinya adalah ‘Singa’ yang
dibalik makna itu singa adalah merupakan binatang yang ditakuti, memiliki
kekuasaan. Sedangkan ‘Domba-domba’ diumpamakannya sebagai sipengkritik/pemberi
opini, hanyalah santapan singa, yang dengan mudah memangsa domba-domba yang
diinginkannya atau menghancurkan domba-domba dengan taring-taring dan giginya
yang tajam. Menurut saya makna quote ini seperti merendahkan orang-orang yang memberi
opini/kritikkan padanya.
Selama kita
masih hidup, maka kita tak akan pernah lepas dari opini/kritikkan orang-orang disekitar
kita. Opini/kritikkan akan muncul ketika orang-orang merasa ada yang salah pada
kita menurut kacamata mereka. Tapi selagi apa yang mereka kritik itu untuk
kebaikan kita, ada baiknya untuk kita renungkan. Kita boleh mempertahankan
opini dan prinsip kita selagi apa yang kita pertahankan itu benar dan tidak
menyalahi aturan agama atau tidak keluar dari koridor norma-norma
masyarakat/agama. Intinya selagi itu masih benar dimata Allah, maka pertahankan
prinsip itu ! Tapi bila itu salah dimata Allah atau tidak sesuai dengan
norma-norma agama, ada baiknya kita wajib merenungkannya.
Kita hidup
di dunia ini tidak sendirian, meski terkadang kita merasa ingin sendiri ( gue
banget, loh?! :o ). Semua yang kita perjuangkan untuk keberhasilan di dalam
hidup ini pasti akan selalu ada campur tangan orang-orang disekitar kita. Opini
dan kritik hanyalah sebagai sarana untuk memperbaiki diri dan untuk
membangkitkan hidup yang lebih berkualitas dan berkelas. Bukankah opini dan
kritik merupakan jalan menuju kesuksesan ? Jadi tidak salah bila saya
mengatakan kalau opini dan kritikkan orang-orang pada kita memiliki andil besar
dalam kesuksesan kita. So, hargailah mereka sang domba-domba !
Bila engkau
mengatakan quote, ‘Lion Doesn't Lose Sleep Over Opinionof Sheep’, itu semakin menunjukkan kualitas dirimu yang sebenarnya ! Yang tidak bisa
menerima kritikkan dan opini orang-orang. Alangkah baiknya kamu mengatakan, ‘DIAM
ADALAH EMAS’. Itu menunjukkan kerendahan hatimu.
Ingat ! suatu hari nanti domba-domba
akan menyadarinya kalau mereka hanya sebagai santapan singa. Setelah domba-domba
menyadarinya, maka domba-domba akan meninggalkanmu atau berusaha menyerang
balik kepada singa J
~ TANYA HATI ~
TANYA HATI
Ketika Allah
memberi kesenangan, kemewahan, keglamouran, ketenaran dan kesempurnaan fisik,
mengapa engkau malah membalas semua yang telah diberikan Allah kepadamu dengan
mendurhakainya dan berbuat maksiat ?
Apa perlu Allah
menegurmu dahulu dengan menarik semua yang telah engkau miliki sekarang baru
engkau bertaubat ?
Bagaimana jika
malah sebaliknya Allah tidak menegurmu tapi malah mencabut nyawamu di detik
berikutnya, disaat engkau sedang berbuat dosa atau maksiat, apa yang bisa
engkau pertanggungjawabkan dihadapan Allah ?
Api neraka itu
panas ! luarbiasa panasnya ! Siksa kubur itu menyakitkan ! Coba sekarang kamu
bakar jari jempolmu dengan api lilin hanya 1 menit saja, sanggupkah engkau
menahan panasnya ? Itu baru sedikit panasnya dibandingkan dengan panasnya api
neraka.
Seandainya engkau
tau, terkadang kemewahan, kepopuleran, keglamouran dan kesempurnaan fisik yang
diberikan Allah padamu itu semua cobaan. Cobaan itu tidak hanya berupa
kelaparan, kemiskinan, ketakutan, dan kehilangan saja, tapi malah sebaliknya.
Jangan engkau
mengira Allah sayang padamu, ketika engkau mendurhakai Allah tapi Allah masih
memberimu kesenangan duniawi, engkau salah ! Tapi Allah sengaja makin memberimu
kesenangan duniawi agar engkau semakin lupa dan menjauh dari-Nya. Itu kenapa ?
karena Allah sudah tidak peduli dan tidak menyayangimu lagi. Coba engkau pikir
baik-baik, jika seseorang menegurmu dan mengingatkanmu ketika engkau melakukan
kesalahan, itu tandanya dia sayang dan peduli padamu. Tapi ketika dia tak
peduli lagi padamu, dia akan membiarkan semua kesalahan yang engkau lakukan,
karena dia sudah muak dengan segala tingkahmu. Apa engkau tidak takut bila
Allah muak melihatmu ?
Semestinya engkau
bersyukur dengan segala keberuntungan yang engkau peroleh saat ini. Memang itu
semua hasil kerja kerasmu, tapi semua hasil kerja kerasmu tidak akan berhasil
dan terwujud jika Allah tidak meridhoinya. Bila Allah tidak meridhoinya, maka
segala yang kamu peroleh saat ini suatu hari nanti akan hancur dengan sia-sia.
Dan saat ini Allah masih menutup segala aib-aibmu, jadi jangan bangga bila
engkau berbuat dosa dan maksiat, karena itu aib !
Sadarkah engkau,
diluar sana ribuan orang berharap bisa menjadi seperti engkau, dan memiliki
keberuntungan seperti engkau. Yang siang malam selalu memohon kepada Allah agar
hidupnya lebih berarti, berguna bagi orang banyak dan tidak dipandang sebelah
mata oleh orang-orang. Jadi bersyukurlah ! Bersyukur bukan hanya sekedar
mengucapkan Alhamdulillah, tapi dengan tidak mendurhakai Allah, berusaha menjadi
umat terbaik Allah.
Engkau tau,
didalam kubur sana ada banyak mayat-mayat yang merintih ingin dibangkitkan
kembali karena tak tahan perih dan pedihnya siksa kubur. Wajah dan tubuhmu yang
selama ini engkau puja dan dipuja banyak orang, semuanya akan sirna ditelan
bumi dan menjadi santapan cacing-cacing tanah. Wajahmu berubah menjadi
menyeramkan dan menjijikkan karena membusuk yang akhirnya hanya tinggal tulang
belulang, kemudian menyatu dengan tanah. Karena dari tanah akan kembali
ketanah.
Harta, tahta dan
wanita, semuanya itu hanyalah daki dunia. Semua itu tidak akan engkau bawa
mati, yang engkau bawa hanyalah amal ibadah dan sehelai kain kafan pembungkus
tubuhmu yang sempurna.
Ingat ! Jodohmu
adalah cerminan dirimu. Coba kamu baca surah An-Nur ayat 23-26, dan renungkan !
Di dunia ini kita
hanyalah musafir, dunia hanyalah persinggahan sementara, maka buatlah yang
terbaik untuk Allah dan untuk dirimu.
NB : Tulisan ini dibuat
karena rasa kepedulian dengan keadaan sekarang, saya sadar, saya bukanlah sosok
yang sempurna, tapi juga insan yang tak luput dari kesalahan dan kesilapan,
yang masih terus berusaha memperbaiki diri. Tulisan ini dibuat agar tidak ada
insan yang menyesal, setelah Allah mengambil segalanya darinya.
Langganan:
Postingan (Atom)
